Daud Joseph Mengatakan Ini Tentang Program Jak Lingko
Progres untuk program Jaklingko dikatakan oleh Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph bahwa program tersebut berkembang secara signifikan.
Program Jaklingko sendiri dikatakan langsung oleh Daud sudah mengintegrasikan moda transportasi secara bertahap. Program Jaklingko sudah berjalan 3 tahap, yakni integrasi fisik, integrasi rute dan integrasi pembayaran.
"Integrasi fisik, dimana kita bisa melihat hari ini adanya kawasan integrasi sudah menjadi tiga titik yang pertama integrasi MRT dengan Transjakarta di Bundaran HI," ujar Daud di kawasan Dukuh Atas, Selasa (30/4/2019).
"Kedua integrasi fisik antara Stasiun MRT dengan Halte TransJakarta di Lebak Bulus dan ketiga integrasi di kawasan Dukuh Atas," imbuh Daud.
Dilanjutkan oleh Daud, Integrasi rute adalah menyamnakan jalur bus Transjakarta dengan MRT. Yang bertujuan untuk mengkoneksikan penumpang dengan permukiman, perkantoran atau pusat perbelanjaan.
"Kedua integrasi rute, dimana kita melihat sekarang di kawasan dimana ada Stasiun MRT, di situ pasti ada rute Transjakarta," tuturnya.
Integrasi pembayaran, sambung Daud, yakni membuat satu kartu pembayaran yang bisa digunakan untuk segala jenis transportasi. Dalam hal ini, Jaklingko menerbitkan Kartu Jaklingko yang baru bisa digunakan untuk naik MRT, Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, Kereta Bandara dan Transjakarta.
"Dan yang ketiga adalah integrasi pembayaran yang sekarang kita lihat bahwa kartu Jak Lingko itu bisa dipakai untuk naik turun di enam moda trasportasi," tandasnya.
Diketahui, Jaklingko sebelumnya bernama OK Otrip yang menjadi program andalan Anies-Sandi ketika kampanye di Pilkada DKI 2017 silam. Jak Lingko diambil dari bahasa Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang artinya laba-laba.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment